11.7.16

Hadapi Darurat Sampah

HADAPI DARURAT SAMPAH

Bagi upaya perwujudan area ( Desa/ Kelurahan) Bebas Sampah, disampaikan konfigurasi alat TERMURAH bagi pemusnahan di sumber sampah ( RW, TPS Perumahan) menghadapi kondisi DARURAT SAMPAH terdiri :

1. Gasifier Sampah TPST GS 50  berikut Reaktor Pirolisis Plastik.Efektif bagi pemusnahan jenis anorganik ( sampah kering, plastik) ditempatkan di level kelurahan/ desa,

2. Instalasi komposter bagi pemusnahan jenis organik di lakukan di sumber terdekat rumah tangga ( Rumah/Rukun Tetangga)

Target dari Desa/ Kelurahan Berseka Bebas Sampah ( DBBS) ini se maksimal mungkin bersih sampah ( zero waste) di sumber terdekat timbulannya.

Keunggulan Gasifier TPST GS 50 dan Instalasi Komposter per level RT dibanding dengan TPST terpusat di TPA :

1. dapat segera efektif dijalankan dan diperoleh hasilnya dalam waktu 1 bulan sejak diniatkan, tidak memerlukan proses panjang ( Study Kelayakan, amdal, perijinan, dan kontruksi yang bisa mencapai 1 tahun

2.  investasi pada kisaran kurang dari Rp 500 juta/ kapasitas pemusnahan sampah 1 ton/ hari. Bandingkan dengan insenerator skala kota yang memerlukan investasi Rp 1.3 T ~ Rp 1.3 milyar/ kapasitas 1 ton,

3. tanpa memerlukan biaya dan investasi peralatan mobilisasi ( loading-unloading, pengangkutan) berupa truk/ dump truck ke TPA. Konfigurasi Gasifier TPST GS 50 dan Instalasi Komposter memusnahkan sampah di sumber timbulannya ( TPS)/ Kelurahan/ Desa.

4. biaya operasional pemusnahan lebih murah atau hanya Rp 200.000/ ton, dibanding biaya operasional TPST Insenerator terpusat di TPA hingga Rp 400.000 ditambah biaya mobilisasi ( ad 3, Rp 135.000/ ton)
5.  memberi manfaat sebagai bonus langsung berupa kompos dan energi kepada warga di sekitar timbulan sampah
6. tidak memerlukan atau memperpanjang umur TPA ( jika digunakan membuang residu yang tidak terolah di TPS)